Kurikulum Sekolah Rakyat

Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara tailor-made (khusus dan kontekstual), menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di lingkungan mereka. Kurikulum ini menggabungkan pendekatan nasional dan kekhasan lokal dalam tiga muatan utama.

1. Kurikulum Persiapan (Learner Preparatorial)

Tahap awal ini bertujuan melakukan Talent Mapping melalui asesmen kesiapan:

  • Fisik — pemeriksaan kesehatan dan kebugaran dasar
  • Mental — evaluasi kesiapan psikologis untuk lingkungan boarding
  • Akademik — pemetaan kompetensi awal dan identifikasi kebutuhan belajar

Ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.

2. Kurikulum Sekolah Formal

Mengacu pada standar nasional dari Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, Kemenag, dan Kemensos, kurikulum ini mencakup:

  • Intrakurikuler — mata pelajaran inti sesuai jenjang pendidikan nasional
  • Kokurikuler — kegiatan yang mendukung pemahaman materi intrakurikuler
  • Ekstrakurikuler — pengembangan bakat, minat, dan potensi non-akademik

3. Kurikulum Sekolah Asrama (Boarding)

Bagian dari pendidikan karakter, kurikulum ini menguatkan nilai-nilai:

  • Karakter dan kepemimpinan
  • Spiritualitas
  • Cinta tanah air
  • Bahasa dan komunikasi
  • Kemandirian dan life skills

Kompetensi Lulusan

Output kurikulum ini menghasilkan lulusan yang unggul dalam:

  1. Nilai Akhlak dan Keagamaan — fondasi moral yang kuat
  2. Karakter Kepemimpinan — berani memimpin perubahan
  3. Penguasaan Bahasa & Literasi Digital — siap era industri 4.0
  4. Entrepreneurship — jiwa wirausaha untuk kemandirian ekonomi
  5. Ketuntasan Akademik — siap melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi

Implementasi di Provinsi DKI Jakarta

Kurikulum Sekolah Rakyat di Provinsi DKI Jakarta juga menyesuaikan dengan kearifan lokal dan potensi daerah, sehingga lulusan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan DKI Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan.